Postingan

Hiperbola

Beberapa bilang katanya tak ada yang lebih indah dari jingga kemerahan matahari tenggelam. Yang lain bilang kalau tak ada yang lebih menenangkan dari pada teduh cahaya rembulan. Ada juga yang bilang tak ada yang lebih syahdu dari bunyi desir ombak di lautan. Seorang teman bilang kalau tak ada yang lebih menakjubkan dari gemerlap cahaya bintang di langit yang cerah. Aku pun sependapat kalau bunyi rintik hujan adalah bunyi yang paling dirindukan di musim kemarau dan ada rasa yang tidak dapat dijelaskan ketika sejuk angin semilir berhembus halus di pegunungan. Namun apa gunanya itu semua, kalau memandangimu saja sudah kudapatkan semua itu.

Terlahir dari Badai.

Banyak rangkaian kata yang bisa diukir dalam sebuah kertas bernama kehidupan. Mengartikan konsepsi kehidupan bisa jadi sangat lebar pendefinisiannya. Bagiku hidup adalah kebersinambungan kegagalan dan percobaan. Hidup adalah sebuah kontestasi ketahanan dan penyesuaian metode diri dalam menghadapi persoalan. Hidup adalah tentang berusaha yang terbaik untuk menolak disia-siakan dan punah karena tuntutan keadaan. Pada dasarnya, setiap manusia yang semakin dewasa akan semakin sadar bahwa hidup bukanlah tempat bermain seperti yang digambarkan pada novel-novel roman karangan penulis ulung. Ada realita dimana : tak mungkin semua orang kaya, tak semua tinggal dirumah bak istana, tak semua memiliki kisah cinta paling romantis satu semesta dan tak semua dikaruniai keturunan yang serba sempurna. Ada fakta getir yang nyata bahwa diluar sana ada yang berusaha sedemikian rupa namun tetap nestapa, tak pernah di peluk romantika bahkan tak pernah dikaruniai keturunan. Memahami hidup berarti ...

Tentang Jarak

Semenjak berjarak, mungkin kita muak dengan kata-kata. Dua entitas yang merindu tak akan pernah bisa tenang dengan aksara. Kita selalu menyebut hubungan namun apa arti hubungan jika tak saling bersentuhan. Bagaimana perasaan akan menguat kalau perantara rasa hanya kata? Sedari dulu kita selalu mudah ketika saling melemparkan pertanyaan, namun paling tak pandai menyusun jawaban, apalagi ketika disuruh sama-sama memastikan. Kita juga sudah masuk kedalam fase dimana kutipan kata-kata bijak terdengar sangat menjijikan. Kita selalu berbenturan dengan realita yang tak pernah dijabarkan dalam kalimat-kalimat cinta. Dunia selalu saja berubah jadi neraka tak seperti yang digambarkan oleh penjaja surga di tempat ibadah. Kita pun sudah sangat Lelah menjelaskan prinsip, pandangan, jalan dan tujuan dari hidup kita pada orang-orang yang kenyataanya saling berlomba, bukan saling memperdulikan. Lalu kenapa kita masih memilih Bersama ketika dalam koneksi itu kita palsu? kita tertawa dalam tek...

Phenomenon.

Fenomena yang semakin kesini marak terjadi adalah jatuh cinta butuh validasi sosial, butuh di klarifikasi secara masif dan kontinyu. Seakan-akan hubungan perlu dipublikasikan dan diberitakan bahwa aku dan dia selalu baik-baik saja dengan mengunggahnya di platform media mainstream. Jatuh cinta berubah jadi alat validasi bahwa ketika ada hubungan atas dasar cinta maka aku eksis dan diakui. Aku dicintai, maka aku ada didunia seutuhnya. Terbentuklah standar sosial yang baru, manusia muda mulai merengek-rengek mengemis cinta, memohon validasi. Akibatnya? Cinta menjadi depresan murni bagi jiwa-jiwa yang labil. Sendirian di cap inkompeten dalam menarik perhatian lawan jenis, tak di sukai dan tak layak mendapatkan kasih sayang. Belum lagi pergaulan diisi oleh orang-orang tak berperasaan yang hobinya menjustifikasi pendirian yang sedikit berbeda dari manusia seumuran lainnya. Dalam berhubungan pun kini telah beresonansi dengan perubahan zaman. Aku meyakini bahwa hubungan yang sehat la...

Kilas balik.

Bertahun-tahun merantau, menggantungkan diri pada tetangga kamar akan segala sesuatu, menemukan rekan juang yang saling berkomitmen agar sama-sama menjaga, menjadi sebuah ikatan keluarga, berjibaku dengan kerasnya kehidupan sarjana bersama, tersesat dalam kepulan asap tembakau dan gelas-gelas berisi alkohol, tertawa lepas, bebas. Lalu hal paling pahit yang harus diterima bersama adalah perpisahan, ia menyakitkan namun mendewasakan. Perpisahan adalah suatu sebab akibat yang absolut, tak terhindarkan. Biarlah momen-momen menjadi kenangan. Hari esok harus diterjang dengan keberanian, dengan ambisi menaklukkan, bahwa kehidupan adalah suatu yang kita ciptakan dengan kehendak, kerelaan, kebebasan dan kebahagiaan. Kehidupan bukan tempat untuk orang-orang lemah yang meminta pemakluman dan terus-menerus mendambakan keadilan. Kehidupan nyata yang akan kita tempuh lebih kejam dan kasar dari segala kesulitan yang terjadi di dalam kamarmu. Dari awal, hidup tidak akan adil, beberapa terlahi...

Antusiasme atau Cinta?

Bagiku kekaguman adalah bentuk antusiasme paling tinggi. Kekaguman bahkan melampaui batas batas hak dan tanggung jawab. Kekaguman adalah bentuk yang lebih mudah di definisikan dari jatuh cinta yang terlalu subyektif dan abstrak. Kekaguman mudah diselaraskan pahamnya, bentuknya lebih fleksibel dan tak mengikat. Begini, kekaguman adalah rasa ketertarikan secara subyektif, kekaguman adalah penyakit gila yang ringan. Cara-cara kagum pun lebih variatif karena kekaguman hanya sebuah ungkapan rasa. Kekaguman tak egois, tak melulu ingin memiliki dan ingin dibalas. Fase kagum malahan lebih mendebarkan dan menggemaskan, ketika kau memandangnya dari kejauhan, meresapi indahnya dalam kegelapan, mendoakannya setiap malam. Sementara dengan kerelaan kau biarkan waktu yang menjadi fasilitas, walau memilikinya saja tak pernah terlintas. Lalu, jatuh cinta. Ah, aku tak ahli berbicara dengannya, karena dalam jatuh cinta pengalamanku selalu pahit dan sepah. Entah karena waktu itu aku tak sedewasa...

Konversasi.

Sungguh, beberapa faktor yang membuatku lebih dapat jatuh pada seseorang adalah isi kepalanya dan apa yang jadi tabiat diluarnya. Karena bentuk dan lekuk tubuh suatu saat akan melayu dan rapuh. Kulit dan rambut yang kau rawat dengan jutaan rupiah suatu saat akan berkerut dan tanggal. Bentuk idealmu juga akan hilang, perutmu akan buncit, berlemak dan bergelambir. Tua nanti tulang pun tak sanggup lagi menopang bebannya. Suatu saat kita akan menopause, tak lagi bergairah seperti waktu muda. Lalu apa yang bisa di nikmati bersama berdua? Itulah mengapa aku lebih jatuh cinta dengan individu dengan ragam perspektif, dengan pikiran yang terbuka, tabiat yang santun dan berwawasan. Nanti, suatu pagi kau orang pertama yang akan aku ajak bicara bersama dengan kopi yang kau aduk untukku. Kita akan bicara masalah banyak hal, mungkin tentang kapitalisme, anarko-sindikalis, marx, hegel, lenin, stalin, adam smith, das kapital, madilog, Mein Kampf dan bagaimana carut-marutnya pemerintah nanti. Bis...