Postingan

Yang Lebih Sederhana Diantara Mereka

Gambar
Dalam tulisan satu ini, ditujukan sebagai sarkasme untuk semuanya. Apakah ada yang salah dibalik sesuatu yang kadang sudah tidak lagi kita bisa nilai maksud dan tujuannya, tentu dari peristiwa-peristiwa yang umum. Begini, bisakah saya inisiasikan atau hanya sekedar saling ingat-mengingatkan tentang penanaman nilai-nilai kesederhanaan (lagi) dalam berkehidupan? Yang dulu-dulu diajarkan oleh orang-orang tua, atau (sederhananya) guru ngaji kita? Apakah dalam berkehidupan sekarang ada yang aneh? Ya, bagi saya sangat aneh. Misalkan, munculnya fitur-fitur baru yang tidak diketahui orang-orang tua, umum dikenal sekarang sebagai fitur "Update". Taruhlah seorang lelaki muda, hobi melanglang buana, mendaki gunung tinggi, menyelam ke karang-karang (hal ini mungkin sudah dilakukan orang tua) namun dengan maksud yang jauh berbeda. Hanya untuk fitur   "Update". Dan yang anehnya lagi, timbul-lah fenomena "Meninggi untuk merendah", maksudnya bagaim...

Memoar Sebelum Tragedi

Gambar
Beberapa waktu ini kopiku tak lagi senikmat dulu, tidak sepahit dan tidak sekental dulu. Rokokku juga begitu, kurasa tetap kuhirup merek yang sama tapi entah apa yang membedakan rasanya. Rupanya ada yang menghilang dari sukmaku, rupanya itu kau. Guru sekaligus kawanku. Mohon maaf kawan, izinkan aku bercerita tentangmu. Tentang kisah dan keluh kesahmu. Tentang kau yang ternoda di mata dunia kala itu. Dulu kau yang memaksaku melangkah kedalam gelapnya rimba, dulu kau yang meraih tanganku ketika bergelantungan di batu tajam itu, juga kau yang meraih life-jacket ku dari jeram, kau juga yang menolongku agar tidak jatuh ke stalagmit-stalagtit itu.  Kau yang begitu periang, selalu memecahkan sunyinya lereng-lereng sebelah selatan. Maafkan aku kawan, kau berpulang tanpa keglamoran.Tubuh wangi keringat perjuangan dan keikhlasan. Perhiasanmu hanya secarik slayer lusuh penuh noda tanah dan baju tugasmu, yang walaupun usang tetap gagah terlihat perangaimu. Ka...

Mispersepsi

Gambar
aku diam bukan berarti aku tidak berpikir aku netral bukan berarti tidak menentukan sikap aku datar bukan berarti tidak emosi aku terlambat bukan berarti aku malas aku berdoa bukan berarti tidak berusaha aku berhenti bukan berarti aku pasrah bahwa diam berarti membantu otak untuk konsentrasi berpikir bahwa netral saja kita sudah menentukan sikap bahwa datar berarti kita menahan hal yang suatu saat bisa meledak bahwa terlambat berarti kita tau tidak sama sekali adalah hal yang buruk bahwa berdoa berarti pembungkus serangkaian usaha yang sudah kita serahkan bahwa berhenti berarti sejenak menentukan langkah kedepan aku tidak selfie setiap saat bukan berarti aku tidak kemana-mana aku foto melajang bukan berarti aku tidak punya perasaan aku tidak foto dipuncak gunung bukan berarti aku tidak pernah kesana aku tidak foto saat nongkrong bukan berarti aku tidak punya kawan aku tidak foto di masjid bukan berarti aku tidak sholat bahwa mata kita hanya dua, begitupu...

Mengenal Indonesia tidak bisa hanya dibalik meja

Gambar
Banyak orang era sekarang over-confidence  ketika berbicara tentang Indonesia, begini begitulah katanya. Entah apa yang dikatakan, yang penting asal dibalut retorika semua akan terdengar manis di telinga. Bagaimana mungkin mengungkapkan Indonesia dengan kata-kata? menurutku jadi orang Indonesia itu karena rasanya. Bukan dari cerita-cerita karangan orang. Terasa jadi orang Indonesia karena mengenal Indonesia langsung dari objeknya. Apa-apa saja yang terlihat, terdengar dan terasa. Bagaimana kondisi rakyatnya? Bagaimana kondisi Alamnya? Apa saja kearifan bangsa yang majemuk ini? Bagaimana mungkin menjawab semua pertanyaan itu hanya observasi dari balik meja? mungkin apa-apa yang dikatakan penguasa zaman sekarang, yang seumur hidupnya hanya bernaung di balik meja, dengan pengetahuan yang tak seberapa tentang realita. Pantas saja cita-cita sangat irrelevan dengan realita. Untuk timbul rasa ke-Indonesia-an, mau tak mau kita harus menjalani, minimal mengerti. Menjadi mereka-mere...

Melodia Senja

Gambar
Sewaktu Surya sudah mulai beranjak dari kedudukannya, aku pergi dari bale bambu yang biasa kupakai untuk duduk-duduk. Berjalan ke ketinggian membawa gitar dengan sedikit kudapan untuk bekal di atas sana. Mulai kufikirkan melodi apa yang akan kusampaikan lewat dawai gitarku sembari kulangkahi jalan mendaki yang sedikit berbatu. Tak terasa rupanya ketika aku sedang sibuk dengan benakku, sampai juga aku di titik ketinggian yang ku tuju. Terduduklah aku di bawah pohon randu yang agak rindang dibuat angin, sambil masih berpikir melodi apa yang paling cocok kusenandungkan hari ini.Tak lupa kuseduh kopi hitam yang bijihnya dari Tanah subur di ujung pertiwi. Kuaduk, kuhayati setiap denting benturan sendok ke bibir cangkir. Begitu sendu. Setelah itu kuhirup wangi kopi yang khas itu. Ahh, momen paling romantis di hari itu. Sambil menunggu kawanku yang kunanti itu, kutulis puisi-puisi dan sajak, kuadukan semua keluhku dalam barisan kata-kata yang syahdu, kemudian coba kula...

Antar Dimensi

Gambar
Sekali waktu aku terbangun dengan perasaan kekurangan dan kehilangan, ada sesuatu yang kurang dalam benakku. Entah apa itu namun kurasa memang dalam keseharian banyak sekali hal yang tak kupedulikan, tak ku gubris sama sekali. Hari-hari berjalan layaknya biasa, tak ada yang istimewa dan menarik. Datar begitu saja, sampai terasa sekali alurnya. Mulai dari bangun tidur hingga pergi tidur. Memang rasanya kasur ini sudah akrab sekali denganku, mungkin sampai ia protes dengan bahasanya. Sampai pada akhirnya aku merasakan ada yang harus kucari, entah apa itu. Tapi kuyakin itu kau. Seseorang yang dirahasiakan Tuhan dan disembunyikanNya agar aku sekali waktu ingat bahwa aku harus beranjak dari tempatku, untuk menemuimu. Sudah kuputuskan, aku akan pergi menemuimu, sudah ku kemas barang dalam ransel beserta kebutuhan lain yang kususun rapi. Jadi tenanglah. Dimanapun dan siapapun kau, tunggu disitu. Doakan aku selamat dan tidak tersesat dalam perjalanan. Dimanapun kau, di belahan bumi...

Sebaris Kalimat di Kain Lusuh Seorang Pecinta Alam.

Gambar
Berawal dari pengalaman pribadi, bagiku yang lahir dari rahim seorang ibu dan dari keringat seorang ayah yang dahulu berkecimpung di dunia kepecintaalaman. Aku dibesarkan dengan kode etik dan attitude seorang pecinta alam. Dalam merelealisasikan kepecintaalaman yang lebih terstruktur. Kini banyak organisasi ataupun perhimpunan pecinta alam. Di kampus-kampus, sekolah-sekolah atau perhimpunan pecinta alam di masyarakat. Sebagai contoh di sekolah-sekolah ada organisasi yang disebut Siswa Pecinta Alam (SISPALA) , di kampus-kampus disebut Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) maupun di masyarakat seperti WANADRI dan berbagai macam komunitas kepecintaalaman lainnya maupun mereka yang berjasa tanpa berlabel organisasi maupun komunitas. Bagiku kepecintaalaman merupakan refleksi atas rasa syukur terhadap Pencipta. Tiada keistimewaan dari kami yang mengatas namakan diri kami seorang pecinta alam. Kamilah tanah, kamilah udara, kamilah air. Kami sadar bahwa kami juga berperan sebagai elemen ...